Aku duduk di bawah kursi dimana Ibuku duduk, memandang wajah sejuknya dari dekat, dan tanganku berada di pangkuannya. Aku mulai mernanyakan beberapa hal kepada ibu..
"Ibu, dengan apa aku dapat membahagiakanmu..?"
Ibu ku tersenyum manis dan berkata, "Melihat dirimu taat kepada ayah ibu dan nanti ketika telah menikah, engkau taat kepada suamimu. Itu yang paling membuat ibu bahagia."
"Baik, ibu."
Aku bertanya lagi, "Ibu, hal apa yang membuatmu jengkel..?"
Ibuku menjawab, "Melihatmu meninggalkan dzikir harianmu." Ibuku tersenyum padaku lalu meneruskan kata-katanya, "Bidadariku, Ingatlah Allah, maka Allah juga mengingatmu. Rajut cintamu kepada-Nya juga kepada Kekasih-Nya SAW. Perbanyaklah membaca Shalawat, maka engkau akan merasa selalu dekat dengan Rosul Allah SAW. Dan, Allah tak akan menyiakan dirimu."
Aku menjawab dengan tertuduk malu, "Baik, Ibu. Aku telah mendengar dan aku taat."
"Ibu, apa yang selalu membuat ibu risau..?"
"Aurotmu..! Tetap teguhkan dalam dirimu untuk menjaga aurotmu juga jagalah pergaulanmu dengan laki-laki yang bukan mahrommu. Jadilah muslimah yang sholehah yang bertaqwa kepada Allah."
Ku lihat, penglihatan ibu berkaca-kaca. Aku menjawab, "Baik, ibu. Bimbinglah aku."
"Ibu, bagaimana sifat wanita sholehah itu..?" Tanyaku yang masih duduk di bawah pangkuan ibu.
Ibuku menjawab, "Wanita sholehah itu, wanita yang menjadikan Allah sebagai tujuan, sandaran utamanya. Dia akan taat kepada Allah dan kekasih-Nya SAW. Berbuat apa-apa yang di cintai oleh Allah SWT dan Rosul Allah SAW, menjauhi apa-apa yang tidak di sukai Allah SWT dan Rosul Allah SAW. Wanita sholehah itu, wanita yang pandai menutup aurotnya dari pandangan non mahramnya, tidak terlihat seluruh tubuhny kecuali wajah dan telapak tangannya. Mereka tak bercengkrama dengan lelaki asing (non mahram) kecuali penting. Mereka punya sifat malu yang besar, taat kepada orang tuanya serta suaminya. Dialah permata hati bagi kedua orang tuany serta kedua orang tua suaminya, bidadari cantik anggun mempesona bagi suaminya, penyejuk bagi hari-hari anak-anaknya, sahabat terbaik untuk sahabat-sahabatnya. Hidupny adalah penuh akhlaq. Jalannya teguh di jalan Hubabah Fathimah az-Zahro'." Ibuku tersenyum.
"Ibu, apa yang membuatmu bangga..?"
Ibu ku tersenyum lagi, "Melihatmu tertunduk jika berhadapan dg lawan jenismu, mencari jalan yg sepi dari mereka, tak ingin berkumpul dg mereka, yang bukan mahrammu."
Aku memeluk ibu. Aku tenggelam dengan tangisanku. "Ibu, maafkan aku. Sertakan aku tiap munajah ibu."
"Aku takkan lupa dengan mu, bidadariku.." kata ibu di sela-sela tangisannya.
"Semoga Hubabah Zahro binti Rosul Allah SAW memelukmu, anakku."
"Aamiin. Semoga ibu juga demikian."
Aku masih menangis dalam pelukannya. Lalu, ibu mengangkat diriku sambil menghapus air mataku, "Masih ada pertanyaan lagi?"Kata ibu dengan senyum mesrany.
"Ndak ada, besok lagi." Kataku sambil tertawa, ibukupun tertawa.
"Aku sayang ibu."
"Ibu juga sayang duhai permata hati ibu." Kata ibuku sambil mencubit mesra hidungku.. ♥
0 komentar:
Posting Komentar
Syukrooon, ^,^