Tangisan Cinta Sebatang Kurma

on Kamis, 21 Februari 2013
Siapa yang tahan terpisah dari lembutnya sentuhan sutera.  Air pun menari-nari tak rela berpisah dengan lembutnya kulitnya Nabi SAW. Kejadian yang sama terjadi pada sebatang kurma yang tak sanggup berpisah dengan Nabi SAW walaupun hanya beberapa meter saja, sebatang kurma yang selalu tersentuh dengan kulit nabi yang indah. Ketika salah satu sahabat membuat Mimbar baru untuk Nabi SAW, Nabi pun berpindah sandaranya ke mimbar baru tersebut.
Tak tahan karena sedih dengan kesepian tidak ingin berpisah dengan Nabi.

Suatu saat ketika Nabi SAW sedang khutbah di depan Sohabat terdengar rengek tangisan, seperti bayi onta yang sedang menangis. Para sahabat terheran mendengar suara tersebut sambil menoleh mencari asal suara, tiba-tiba Nabi turun dari Mimbar barunya menuju batang yang dahulu sering dijadikan sandaran beliau, tangisan semakin terdengar keras sampai hampir saja terbelah akibat kerasnya tangisan.

Tapi ketika pelukan dan sentuhan Nabi yang lebih lembut melebihi pelukan atau sentuhan seorang ibu pada anaknya menenangkan batang korma tersebut.
Setelah beberapa saat tenanglah batang korma tersebut, lalu Nabi SAW bersabda kepada para Shahabat: " Kuberi pilihan bersamaku di dunia atau bersama ku di surga sebagai tanaman surga yang di makan oleh para Nabi-nabi. batang kurma itupun memilih bersamaku dengan para nabi-nabi di Surga. Kalau tidak aku diamkan maka dia akan menangis sampai hari kiamat"
Ya Ikhwan, adakah kita menangis dengan lamanya kita tidak pernah berjumpa dengan Nabi SAW walaupun hanya dalam mimpi. Mudah-mudahan kita dimuliakan Allah untuk memandang wajah Nabi saw walau hanya dalam mimpi.... Aamien...
Maka perbanyaklah shalawat kepada Nabi..

Rahasia "Allohumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad"

Allah memerintahkan kita bersholawat kepada Nabi-Nya yang terpilih Al Musthofa Shallallahu 'Alayh Wa 'Alaa Aalih Wa Sallam. Mungkin terlintas pernyataan di benak kita, sebenarnya bukankah sah-sah saja jika kita mengucapkan sholawat tersebut dengan ucapan "Kami bersholawat kepadanya.." atau "Aku bersholawat kepada beliau.."? Tapi kenapa ketika bersholawat kita mengucapkan,
"Allohumma Sholli 'Alaa Sayyidina Muhammad"
(Yaa Allah bersholawatlah kepada Sayyidina Muhammad)

Jawabnya adalah, Ketika Allah menyuruh kita bersholawat sedangkan kita tak mampu dan tak dapat mencapai kadar titik standar yang layak akan hal tersebut, maka kitapun serahkan sepenuhnya kepada Allah dan kita pun berucap "Yaa Allah bersholawatlah atau anugerahilah sholawat Engkau kepada Nabi Muhammad, karena Engkau lebih mengerti akan apa yang lebih pantas dan layak bagi beliau dan sesungguhnya kami ini adalah tak mampu untuk memenuhi hak Beliau dan kami amat kurang mengetahui akan pujian apa yang betul-betul pantas bagi Beliau dan kami telah serahkan hal itu semua Kepada-Mu.."

Coba renungi kembali kalimat "Allohumma Sholli 'Alaa Sayyidina Muhammad.."

Kalimat ini adalah kalimat yang mahal lagi mulia. Karena di dalamnya terkandung pengakuan dan penyerahan sepenuhnya kepada Allah untuk mengagungkan beliau agar kita mendapatkan pahala yang sempurna pula..

Habib Muhammad bin 'Alwi Al Haddad, Muhammad SAW Memang Luar Biasa, hal 51-52

Sholluu 'Alan Nabiy...........!!!!!!!!!!

Cacing Yang Bersholawat

on Selasa, 19 Februari 2013
Ketika Nabi Dawud AS sedang asyik duduk membaca Zabur, tiba-tiba melintas di hadapannya seekor cacing tanah yang berwarna merah. 
Secara spontan pandangan beliau tertuju pada cacing tersebut dan terlintas dalam hatinya,
" Apa keistmewaan yang Allah berikan pada cacing ini ?"
Belum hilang lintasan yang ada dalam hatinya tiba-tiba dengan izin Allah cacing tersebut berkata : 
" Hai Dawud ketahuilah pekerjaanku setiap pagi hari bertasbih Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar 1000x. Sedangkan setiap malam hari aku bersholawat, Allahuma sholli 'ala Sayydina Muhmmadin Nabiyyil ummiyyi wa 'ala alihi wasohbihi wasallim 1000x. Sedangkan engkau apa yang bisa aku ambil faedah dari amalmu ?"

Menyesal Nabi Dawud atas lintasan hatinya yang meremehkan seekor cacing dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Tanyakan pada diri kita? Berapa kali kita bersholawat pada Nabi Muhammad SAW? Akankah kita kalah dengan seekor cacing.....???

Syukroon, Ummik....!!

Aku duduk di bawah kursi dimana Ibuku duduk, memandang wajah sejuknya dari dekat, dan tanganku berada di pangkuannya. Aku mulai mernanyakan beberapa hal kepada ibu..

"Ibu, dengan apa aku dapat membahagiakanmu..?"
Ibu ku tersenyum manis dan berkata, "Melihat dirimu taat kepada ayah ibu dan nanti ketika telah menikah, engkau taat kepada suamimu. Itu yang paling membuat ibu bahagia."
"Baik, ibu."


Aku bertanya lagi, "Ibu, hal apa yang membuatmu jengkel..?"
Ibuku menjawab, "Melihatmu meninggalkan dzikir harianmu." Ibuku tersenyum padaku lalu meneruskan kata-katanya, "Bidadariku, Ingatlah Allah, maka Allah juga mengingatmu. Rajut cintamu kepada-Nya juga kepada Kekasih-Nya SAW. Perbanyaklah membaca Shalawat, maka engkau akan merasa selalu dekat dengan Rosul Allah SAW. Dan, Allah tak akan menyiakan dirimu."
Aku menjawab dengan tertuduk malu, "Baik, Ibu. Aku telah mendengar dan aku taat."

"Ibu, apa yang selalu membuat ibu risau..?"
"Aurotmu..! Tetap teguhkan dalam dirimu untuk menjaga aurotmu juga jagalah pergaulanmu dengan laki-laki yang bukan mahrommu. Jadilah muslimah yang sholehah yang bertaqwa kepada Allah."
Ku lihat, penglihatan ibu berkaca-kaca. Aku menjawab, "Baik, ibu. Bimbinglah aku."

"Ibu, bagaimana sifat wanita sholehah itu..?" Tanyaku yang masih duduk di bawah pangkuan ibu.
Ibuku menjawab, "Wanita sholehah itu, wanita yang menjadikan Allah sebagai tujuan, sandaran utamanya. Dia akan taat kepada Allah dan kekasih-Nya SAW. Berbuat apa-apa yang di cintai oleh Allah SWT dan Rosul Allah SAW, menjauhi apa-apa yang tidak di sukai Allah SWT dan Rosul Allah SAW. Wanita sholehah itu, wanita yang pandai menutup aurotnya dari pandangan non mahramnya, tidak terlihat seluruh tubuhny kecuali wajah dan telapak tangannya. Mereka tak bercengkrama dengan lelaki asing (non mahram) kecuali penting. Mereka punya sifat malu yang besar, taat kepada orang tuanya serta suaminya. Dialah permata hati bagi kedua orang tuany serta kedua orang tua suaminya, bidadari cantik anggun mempesona bagi suaminya, penyejuk bagi hari-hari anak-anaknya, sahabat terbaik untuk sahabat-sahabatnya. Hidupny adalah penuh akhlaq. Jalannya teguh di jalan Hubabah Fathimah az-Zahro'." Ibuku tersenyum.

"Ibu, apa yang membuatmu bangga..?"
Ibu ku tersenyum lagi, "Melihatmu tertunduk jika berhadapan dg lawan jenismu, mencari jalan yg sepi dari mereka, tak ingin berkumpul dg mereka, yang bukan mahrammu."

Aku memeluk ibu. Aku tenggelam dengan tangisanku. "Ibu, maafkan aku. Sertakan aku tiap munajah ibu."
"Aku takkan lupa dengan mu, bidadariku.." kata ibu di sela-sela tangisannya.

"Semoga Hubabah Zahro binti Rosul Allah SAW memelukmu, anakku."
"Aamiin. Semoga ibu juga demikian."

Aku masih menangis dalam pelukannya. Lalu, ibu mengangkat diriku sambil menghapus air mataku, "Masih ada pertanyaan lagi?"Kata ibu dengan senyum mesrany.
"Ndak ada, besok lagi." Kataku sambil tertawa, ibukupun tertawa.

"Aku sayang ibu."
"Ibu juga sayang duhai permata hati ibu." Kata ibuku sambil mencubit mesra hidungku.. ♥

Belajar Dari Majelis Ta'lim...

on Senin, 18 Februari 2013

al-Habib Abu Bakar as-Seggaf (Gresik) :

Anak-anak atau pemuda jika mereka hadir ke majelis-majelis seperti ini, mereka akan dapat melihat dan mengenal, yang ini orang yang beradab mendapatkan haknya di dalam majelis dan yang ini kurang adabnya.

Sebagai contoh: Jika orang 'Alim masuk majelis mereka menempatkkannya di depan..!
Anak-anak akan bertanya, "Mengapa orang itu duduk di depan..?"
Orang menjawab, "Karena dia orang 'alim...!"
Kemudian masuk orang bodoh, dan duduk di akhir majelis.
Anak-anak bertanya, "Mengapa orang itu duduk di akhir majelis, tidak di suruh maju ke depan seperti orang tadi..? Bukankah dia sama besar bentuk tubuhnya...!!!?"
Orang akan menjawab, "Karena itu dia bodoh.."

- Dengan ini anak-anak atau pemuda akan tahu orang 'alim serta tempatnya dan ini orang bodoh.
- Kemudian si anak akan memilih untuk dirinya.

Jika di antara kalian memiliki anak, perintahkan mereka agar menghadiri majelis-majelis seperti ini..! Agar mereka dapat melihat dan mencontoh, karena sebuah pandangan menyampaikan kepada hati dan juga agar mereka mengambil barokah dari mereka (Habib Abu Bakar mengisyaratkan dengan tangannya kepada para Habaib dan orang-orang tua yang hadir di majelis tersebut.)

Kemudian Habib Abu Bakar as-Seggaf berkata: Aku akan menceritakan kepada kalian, 10 tahun yang lalu setelah aku keluar dari rumah (keluar dari kamar kholwahnya) ku katakan, aku ingin melihat manusia dan ingin tahu bagaimana gambaran mereka seperti apa. Aku hadir di suatu majelis, aku temukan semua para hadirin menggunakan kopyah warna merah. Kemudian aku berdiri, aku berkata bahwa hawanya panas aku ingin keluar mencari angin. Aku bawa salah seorang dari mereka yang aku lihat berakal dan dewasa. Aku duduk lama dengannya, saling mengenalkan diri dan aku tanyakan dia, "Berapa anakmu..?"
Dia menjawab, "Empat"
Kemudian dia berkata, "Doakan aku dan keluargaku..!"
Aku menjawab, "Bagaimana aku mendoakanmu, sedang kamu dengan kopyah seperti ini..? Pasti anak-anakmu akan menirumu nanti..!"
Dia menengarkan kata-kataku dan keluar mengganti kopyahnya kemudian dia datang dan duduk di majelis dengan mengenakan kopyah putih. Semua hadirin heran...!!? Kemudian hari berikutnya, aku hadir ke majelis tersebut dan aku temukan semua para hadirin mengganti kopyah mereka. Mengapa...? Sedangkan aku tidak mengatkan apapun kepada mereka...!! Ini adalah berkah pandangan..!! Karena dengan memandang, maka mereka mengetahui..! Sebagaimana kita katakan, pandangan dapat menyampaikan pada hati, sedangkan hati adalah tempatnya niat.

Khususnya anak-anak atau para pemuda yang tidak menuntut ilmu ke Hadramaut, agar mereka tahu dan mengenal serta melihat seperti majelis-majelis ini. Majelis yang semacam ini adalah majelis milik kita, Wahai AHLU BAIT, milik kakek dan para salaf kita..!!

Dan, keuntungannya akan berbuah nantinya karena setiap majelis yang khair (baik) akan membuahkan hasil tambang yang istimewa. Sebagaimana al-Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi (Surabaya) berkata: Lihatlah..! waktu yang sebentar ini bisa di dapatkan, akan tetapi tidak di jual belikan. (Waktu yang kalian habiskan di majelis seperti ini hanya sebentar, akan tetapi apa kalian dapatkan tidak bisa kalian beli atau dapatkan kecuali di majelis seperti ini).

Ketika Aku Jatuh Cinta...

Cinta adalah sebuah Ni'mat, tapi jika di salahgunakan cinta bisa menjadi Niqmah (adzab). Tidak ada makhluq yang patut kita cintai lebih dari diri kita melebihi al-Musthafa, Shallallahu 'Alaih Wa Sallam.
Banyak anak-anak muda yang teracuni oleh pemikiran-pemikiran yang ada di media elektronik, memberi suguhan agar mereka berkorban demi cinta walaupun pahit dan penuh rintangan, mengajarkan agar menjadi sang Pahlawan Cinta, sehingga para pemuda-pemudi melakukan apa yang mereka lihat dalam kehidupannya meskipun harus melakukan hal-hal yang haram, yang membuat mereka celaka dan hina nanti di Akhirat..!!

Kita kecurian kiblat.. Orang-orang mengalihkan kita dari Sang Nabi SAW dan Sayyidatuna Zahro'.. Kalau memang yang namanya kebahagian, ketentraman, keindahan, keharmonisan, keberuntungan ada di dalam cinta sebelum menikah, maka Demi Allah, pasti Allah akan cantumkan dalam Ayat-Ayat Suci-Nya. Pasti akan keluar dari kalam mutiara Sang Nabi SAW, pasti di ajarkan kepada Sang Zahro'..!!! Tapi mengapa tidak ada dalam sejarah Islam cinta di luar nikah...? Apakah Islam salah dan tak mengerti cinta..? Kalau bukan dari Islam, lalu dari mana sumbernya cinta..?
Tanyakan dan lihat kepada orang yang telah mendahului kita, yang dulunya mengaku cinta adalah segala-galanya..!! Apa yang mereka dapatkan dalam hidupnya..? Apa kekuatan cinta mereka kekal dan abadi..?
Laa.. Laa.. Laa.. Wa alf, laa.. Wallah..!! Tidak, Demi Allah...!!!
Allah menciptakan manusia dan Allah lebih tahu akan tentang cinta yang ada dalam hati manusia. Allah juga tahu bagaimana cara menaburkan benih-benih cinta agar tetap abadi.
Jangan sekali-kali mengkiaskan cinta anda dengan apa yang ada di dunia Film, karena Film atau televisi memeliki sutradara yang mengatur dari awal sampai akhir dan telah di tentukan akhir dari cerita cinta tersebut. Tapi, kita siapa, yang bisa menjamin bahwa cinta akan membawa keabadian dan kebahagian..? Itu hanya fatamorgana yang mampu memberikan ketenangan sebentar saja, tapi setelah itu hampa yang terasa dan mengakibatkan penyeselan..!

Cinta di dunia ini tidak akan bertambah tapi akan berkurang. Berapa banyak orang yang mengaku "cinta mati" atau "cinta hidup" atau apa saja anda menamakannya, tapi mengapa setelah memilikinya terkadang dan banyak seorang wanita mendapat tamparan, hinaan bahkan di campakkan oleh yang dulu mengaku cinta..! Mengaku dia adalah jantung hatinya.. Dia adalah nyawanya.. Dia adalah kelopak matanya.. Dia adalah kehidupannya.. Lalu, kemana itu semua..? Kemana semua rasa yang dulunya ada..? Mana janji-janji manis cintanya..? Mana..? Mana..? Dan mana..? Apakah cinta hanya tinggal cerita...??

Subhanallaaah...!!! Maha Benar Engkau, Yaa Allah...!!
Setan terlalu pintar sehingga nafsu di bungkus sedemikian rupa dan di berinya nama "cinta" lalu di suguhkan pada para pemuda-pemudi. Kalau memang benar itu cinta, mengapa harus membawanya pada Neraka..? Ketahuilah, cinta yang murni lagi halal pasti membawa anda ke Syurga-Nya...! Telitilah cinta yang ada dalam hati anda..!!

Berapa banyak atas nama cinta telah membawa para pemuda & pemudi terjerumus dalam perzinaan...!! Membawak kita untuk menentang, bahkan durhaka kepada orang tua. Ketika sudah di campakkan oleh orang yang di cintai, kemana anda akan lari...? Kemana...?! Coba pikir, kita akan lari kemana..?! Pasti lari kepada orang tua yang pasti mau menerima anda apa adanya..!!!
Hati-hati dan waspada pada cinta palsu..! Karena cinta palsu, datang dari hawa nafsu. Tanam benih-benih cinta pada ladang hati yang halal sesuai yang di ajarkan oleh Sang Nabi SAW. Sabarlah...!! Cinta amat mahal dan istimewa. Cinta mampu memberikan keajaiban jika tumbuh pada tempat yang tepat..!! Tidak ada yang mustahil dengan cinta yang suci. Sehina apapun anda tapi jika anda memiliki cinta yang suci ini, anda akan menjadi mulia..
Sebagaimana batang pohon Kurma, mampu menebus Syurga. Bukan hanya di tingkat pertama, kedua atau ketiga atau bahkan ke empat. Akan tetapi, mampu menembus tingkat ketujuh. Ke derajat yang di peroleh Para Nabi..!!
Sekotor apapun anda, sehina apapun anda, senajis apapun anda, ketika anda memiliki cinta yang suci juga halal, cinta yang telah Nabi SAW ajarkan, maka cinta itu dapat mensucikan anda dan akan merubah anda...!

Coba anda lihat anjing Ashabul Kahfi yang mendapat sebuah kemulyaan..!! Sebab, cinta mampu mengangkat derajat yang di dapatkan para orang-orang Shaleh. Bahkan Allah SWT mengabadikan cerita cinta agung tersebut dalam al-Qur'an, agar manusia tahu tentang derajat sebuah cinta. Berapa kali Allah mengulang kata-kata, "Wa Kalbuhum.." dalam surat al-Kahfi...?!!

Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang suci..
Mudah-mudahan kita mampu membedakan antara cinta dan hawa nafsu..
Wahai Dzat yang menumbuhkan benih-benih cinta, tumbuhkan benih-benih cintaku kepada Sang Nabi SAW serta kepada orang yang Engkau cintai juga kepada orang yang halal bagiku...
Berikanlah padaku sebuah "Dzauq" perasa yang mampu mengetahui cinta palsu dan hawa nafsu..
Yaa Allaah.. Berikanlah petunjuk perahu cintaku dalam mengarungi samudera asmara..
Yaa Allaaah.. Izinkan cintaku berlabuh dalam dermaga agama dalam keadaan selamat dari syaithon yang menjadi pembajak cinta dengan angan-angan fatamorgananya..
Dari dermaga, izinkan aku mengantarkan cintaku pada rumah orang yang halal bagiku..
Sehingga aku hidup dalam kebahagian cinta yang telah Engkau janjikan..
Bimbing aku, Yaa Allah...