
Siapa yang tahan terpisah dari lembutnya sentuhan sutera. Air pun menari-nari tak rela berpisah dengan lembutnya kulitnya Nabi SAW. Kejadian yang sama terjadi pada sebatang kurma yang tak sanggup berpisah dengan Nabi SAW walaupun hanya beberapa meter saja, sebatang kurma yang selalu tersentuh dengan kulit nabi yang indah. Ketika salah satu sahabat membuat Mimbar baru untuk Nabi SAW, Nabi pun berpindah sandaranya ke mimbar baru tersebut.
Tak tahan karena sedih dengan kesepian tidak ingin berpisah dengan Nabi.
Suatu saat ketika Nabi SAW sedang khutbah di depan Sohabat terdengar rengek tangisan, seperti bayi onta yang sedang menangis. Para sahabat terheran mendengar suara tersebut sambil menoleh mencari asal suara, tiba-tiba Nabi turun dari Mimbar barunya menuju batang yang dahulu sering dijadikan sandaran beliau, tangisan semakin terdengar keras sampai hampir saja terbelah akibat kerasnya tangisan.
Tapi ketika pelukan dan sentuhan Nabi yang lebih lembut melebihi pelukan atau sentuhan seorang ibu pada anaknya menenangkan batang korma tersebut.
Setelah beberapa saat tenanglah batang korma tersebut, lalu Nabi SAW bersabda kepada para Shahabat: " Kuberi pilihan bersamaku di dunia atau bersama ku di surga sebagai tanaman surga yang di makan oleh para Nabi-nabi. batang kurma itupun memilih bersamaku dengan para nabi-nabi di Surga. Kalau tidak aku diamkan maka dia akan menangis sampai hari kiamat"
Setelah beberapa saat tenanglah batang korma tersebut, lalu Nabi SAW bersabda kepada para Shahabat: " Kuberi pilihan bersamaku di dunia atau bersama ku di surga sebagai tanaman surga yang di makan oleh para Nabi-nabi. batang kurma itupun memilih bersamaku dengan para nabi-nabi di Surga. Kalau tidak aku diamkan maka dia akan menangis sampai hari kiamat"
Ya Ikhwan, adakah kita menangis dengan lamanya kita tidak pernah berjumpa dengan Nabi SAW walaupun hanya dalam mimpi. Mudah-mudahan kita dimuliakan Allah untuk memandang wajah Nabi saw walau hanya dalam mimpi.... Aamien...
Maka perbanyaklah shalawat kepada Nabi..


